Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Inilah Aku

Inilah aku. Seorang anak manusia yang dibesarkan dari tempat penampungan. Seorang anak yang tak pernah mengecap setetes pun air susu ibunya dan belaian sayang bapaknya. Aku dilahirkan normal, ya ... normal. Aku dilahirkan dari rahim ibu yang abnormal jiwanya. Seorang perempuan yang kalah perang dengan egonya sendiri lalu bersekutu dengan iblis. Sementara ayahku, cih! Lelaki ganteng berjiwa serigala yang mempertuhankan selangkangannya. Melalui mereka aku lahir dan akhirnya terdampar di penampungan. Spesies-ku, yang memiliki nasib sama denganku, memang jumlahnya tidak banyak di muka bumi ini. Tapi, apa yang aku rasakan dari setiap detik yang aku alami, mungkin akan menghabiskan seluruh senyum kebahagiaan kalian dalam beberapa kejap saja. Kalian tidak percaya? Apa kalian pernah merasakan rindu sekaligus dendam kesumat kepada orangtua kalian? Apa kalian pernah merasakan benci kepada diri kalian sendiri? APA KALIAN PERNAH MERASAKAN BAHWA KALIAN ADALAH SAMPAH DI KOLONG LANGIT INI?! ...

Andai Kartini adalah Kartono

Muara ide pemikiran seorang Kartini adalah: Memanusiakan manusia. Suatu ide pemikiran yang sudah diusung sejak era sebelum Kartini. Tengoklah sejarah. Berapa banyak "orang-orang besar" yang mengusung ide pemikiran ini.  Hanya saja, sebab kebanyakan manusia lebih melihat "siapa" (subyek) bukan "apa" (obyek) dari sesuatu, terjadilah bias dari apa –ide pemikiran– yang mereka perjuangkan dalam lintasan waktu. Kartini adalah Kartini, seorang perempuan yang hidup di era budaya feodal yang meliputinya. Andai saja, waktu itu Kartini –perempuan– adalah Kartono –lelaki–, mungkin kesimpulan sejarah akan bergeser dari titiknya sekarang.  Apa yang sudah diperjuangkan seorang Kartini mengerucut kepada sebuah sinergi antara ke-perempuan-an dan ke-lelaki-an dalam konteks hidup dan kehidupan. Jangan melawan kodrat sebab akan menimbulkan mudharat. Mengapa hari-hari ini harmoni suara-suara dan tulisan-tulisan Kartini terdengar sumbang dan tak terbaca jelas?

Tidak Berselingkuh Terhadap Diri Sendiri

Say No? Ya! Say No!!! Ya, terlintas begitu saja, malam ini di waktu luang -sambil mendengarkan lagu favorit- saya ingin menulis, mengembangkan dari satu kata selingkuh menjadi beberapa paragraf kalimat di bawah ini. Awam dikenal bahwa kata selingkuh ini selalu berkaitan dengan hubungan lelaki-perempuan dan maklum-lah sehingga menjadikan kata selingkuh selalu melekat -jika- dua pihak itu yang berbuat.

Kejujuran adalah Sederhana

Sering kita melihat kata dan kalimat yang begitu "wah" (terkesan glamour dan berlebihan seperti dalam cerita sinetron) dalam sebuah artikel. Maksud "wah" saya disini adalah suatu artikel yang membahas topik keseharian namun berisi kata dan kalimat yang menggunakan bahasa bukan sehari-hari. Ya saya hanya bisa tersenyum meringis ketika membacanya. Dalam hati saya berujar, "Ternyata kejujuran juga sudah mulai terlihat jarang dalam sebuah artikel." Tapi ... mmm ... saya mendapat satu pelajaran berharga soal kejujuran setelah membaca artikel bergaya "wah" itu. Ya, kejujuran adalah bernilai. Kejujuran adalah "emas" meski sebagian orang mempersamakannya dengan kertas (ini sebuah ungkapan untuk membedakan nilai intrinsik antara emas dan uang kertas). Nilai kejujuran sebuah artikel terlihat dari gaya menulis dan tata kata juga bahasa penulisannya yang sesuai dengan topik bahasannya. Kejujuran adalah sederhana . Bila hatinya tahu, maka jema...

Berjalan Menuju Akhir

Kepribadian seseorang terbentuk dari bagaimana cara dia menjalani perjalanan hidupnya. Semua orang menyusuri jalan yang sama, jalan menuju akhir, tapi dari ruas jalan yang sama yang dilalui ini, menghasilkan suatu karakter kepribadian beragam. Kebahagiaan dan kesedihan adalah dua hal yang selalu mengiringi perjalanan hidup seseorang. Dua hal yang niscaya selalu ada, tapi efek peleburan dua hal itu menghasilkan sesuatu yang tak sama. Kebahagiaan dan kesedihan adalah sejatinya harmoni –yang seharusnya– menghasilkan nada-nada indah. Disinilah letak perbedaan kemampuan setiap orang dalam merangkai dua nada itu menjadi karakter lagu, laku-lampah kepribadiannya. Bukan masalah berapa banyak kuantitas dua entitas dalam satu rangkaian nada lagu dalam kehidupan. Tapi, bagaimana menata dua entitas itu menjadi harmoni berkarakter yang melekat dalam kepribadian seseorang. Orang yang mampu melakukan itu semua layak disebut sebagai "komposer", "komposer" bagi jalan kehidupannya...

Ke-ngelantur-an Ilmiah

Anda, pembaca, pasti sudah tahu istilah real time 'waktu nyata', atau yang semakna dengan istilah itu. Suatu peristiwa dalam lingkup waktu yang terjadi dan karena teknologi zaman, peristiwa itu dapat disaksikan secara real time oleh manusia lainnya di belahan bumi yang lain. Anda, memiliki kawan di belahan dunia lain dan melakukan video call , ini salah satu contohnya. Malam dan siang, sebagai pembeda waktu sudah mampu "dilangkahi" oleh teknologi zaman ini. Benarkah demikian?

Refleksi Mina 2015

Ibadah Qurban yang sudah "mengkarat" membudaya di setiap negeri Muslim tahun ini diiringi dengan dua kali musibah di tanah Suci. Dalam lintasan waktu, itu semua terjadi dan menimbulkan kebahagiaan juga sekaligus kedukaan mendalam –kebahagiaan haru– bagi para pelaku peristiwa.  Musibah Mina 2015 waktu setempat, ketika di sisi belahan dunia lain para Muslimin merayakan kebahagiaan selepas melaksanakan solat 'Ied Adha, di tempat Suci musibah itu terjadi dengan jumlah Syuhada –Insya Allah– wafat lebih dari ratusan jiwa. Jiwa-jiwa yang telah membuktikan ketundukan dan ketaatannya dengan memenuhi panggilan Ilaahi untuk berhaji, semoga kini sudah tersenyum menjemput pahala yang sudah dijanjikan-Nya. Aamiin.  Ya, esensi ibadah berkurban adalah mengenai ketundukan. Meneladani sang Khalilullah, Nabi Ibrahim A.s yang merendahkan dirinya di hadapan perintah Rabb-nya dengan ketaatan serta ketundukannya melaksanakan perintah-Nya. Dan, para jamaah haji yang telah berpulang...