Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kisi-kisi

Menulis Seperti Labirin

Anda hobi menulis? Anda hobi membaca? Jika jawabannya “Ya”, maka Anda akan terus membaca artikel saya kali ini. Sebab, antara penulis dan pembaca memiliki satu kesamaan yaitu, membaca. Seperti kita sudah mengetahui bersama bahwa tujuan dari berbicara dan menulis adalah menyampaikan ide (baik itu ide pokok dan ide turunan dari ide pokoknya) yang terkandung dari tulisan dan perkataan pihak kepada pihak lain. Pihak ke-1 —>  (tulisan & perkataan) Sarana —>  Pihak ke-2 Jika ide yang terkandung dalam tulisan dan perkataan itu tersampaikan dengan baik –sesuai dengan apa yang diharapkan pihak ke-1– kepada pihak ke-2, maka bisa disimpulkan, tulisan dan/atau perkataan itu sukses dengan baik, dipahami;  dimengerti oleh pihak ke-2. Saya akan beri contoh sederhana kalimatnya –yang bisa ditulis atau diucapkan– sebagai berikut: “Nak, tolong belikan Djarum di warung.” kata seorang bapak meminta tolong kepada anaknya. Jika anak itu berangkat ke warung ke...

Tersakiti atau Disakiti adalah Bukan Pilihan

Kau??? Hadeuh ... tidak biasanya begitu cepat saya lari ke depan keyboard seperti pagi ini. Seolah-olah takut "tangkapan" ide bakal lepas dari pikiran saya. Hahaha. Ya topiknya sih masih seputaran menulis dan menulis. Hanya mungkin ini artikel –karena baru kali ini– tercepat yang saya tulis, sebab tidak menunggu nanti, dituliskan saat waktu luang datang. Pemicu artikel ini saat Google Plus saya di add oleh Ivan Wiraoctavian. Saya kunjungi situsnya dan membaca artikel ini:  Cerita Gus Dur dan Mata Allah Untuk mendukung apa yang ingin saya utarakan, saya kutip saja sebagian isi artikel mas Ivan itu: .............. Gus Dur : “Kamu suka menulis?” Mughni : “Tidak, Gus, tulisan saya buruk sekali. Saya coba menulis puisi atau cerita pendek, tapi benar-benar buruk hasilnya.” Gus Dur : “Rupanya kamu belum pernah dilukai seorang wanita, makanya tulisan kamu tidak bagus.” Mughni : “Lha, Panjenengan tau darimana kalau saya belum pernah dilukai w...

Anda Sudah Rela?

Ingat mati Mmm, ternyata, malam ini niatnya mau tidur tidak terjadi. Sebab berbicara ngalor-ngidul dengan seseorang yang baru dikenal, tapi ternyata obrolan kami menjadi nyaman. Meski sesekali Saya membalas chat di HangOuts dan sambil terus ngobrol dengan orang yang baru saja saya kenal malam ini.

Jika Hati Bertemu Hati

Ada sebuah ungkapan dalam penyajian berita, begini ungkapannya: "Orang digigit anjing, itu biasa –bukan berita–, tapi jika orang menggigit anjing, ituu baru berita." Menurut saya pribadi, maksud dari ungkapan itu adalah suatu informasi akan menjadi berita –jika– dan bisa jadi populer jika isi yang diangkat dalam berita informasi itu adalah sesuatu hal yang diluar ke-umum-an. Dalam penyajian berita informasi, headline adalah utama, baru kemudian kepada keterangan deskripsi dari headline , sebagai pendukung penjelasan isi dari headline . Eh, tapi kalau saya perhatikan kenapa menggunakan headline ya? Head , kepala. Line , baris. Baris kepala. Ini adalah judul berita. Ya, menurut saya ini adalah judul. Jika headline ini sudah kuat maknanya, deskripsi dari headline bersifat melengkapi saja. Headline , utama. Deskripsi, penjelasan headline .

Ingin Mengirim Naskah Tulisan ke Penerbit? Baca Ini!

Sumber: allaboutnovel Halo pembaca. Masih suka ubek-ubek di Google mencari informasi yang Anda butuhkan? Sama. Saya juga. Ya cari informasi berita, yang unik, atau mencari informasi peluang mendapatkan penghasilan. Sekadar tips saran saja dari saya. Mencari informasi  di Google tetap harus kritis melihat sumber pemberi informasinya. Valid dan terpercaya. Itulah informasi yang bisa berbuah menjadi sesuatu yang bermanfaat buat kita.