Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Inspirasi

Kreativitas Merambah Seluruh Anasir Kehidupan Manusia

Bayangkan? Pening-katan ini dibutuhkan program Spider update. Sumber: http://www.nyunyu.com/ Salah ketik ( typos ) dalam penulisan adalah wajar, tapi bagaimana dengan ini: wekawekaweka. Atau ini: cekacekaceka. Para pembaca pastilah mengerti bahwa   weka   dan ceka maklum dalam   chatting.   Bahkan sampai contoh yang paling   fenongelay   – menjadi fenomena di dunia per- chatting -an para alay – (dan bikin s aya terperangah tanpa ngeces ya) pembaca bisa memberi contohnya di kolom komentar.

Jika Hati Bertemu Hati

Ada sebuah ungkapan dalam penyajian berita, begini ungkapannya: "Orang digigit anjing, itu biasa –bukan berita–, tapi jika orang menggigit anjing, ituu baru berita." Menurut saya pribadi, maksud dari ungkapan itu adalah suatu informasi akan menjadi berita –jika– dan bisa jadi populer jika isi yang diangkat dalam berita informasi itu adalah sesuatu hal yang diluar ke-umum-an. Dalam penyajian berita informasi, headline adalah utama, baru kemudian kepada keterangan deskripsi dari headline , sebagai pendukung penjelasan isi dari headline . Eh, tapi kalau saya perhatikan kenapa menggunakan headline ya? Head , kepala. Line , baris. Baris kepala. Ini adalah judul berita. Ya, menurut saya ini adalah judul. Jika headline ini sudah kuat maknanya, deskripsi dari headline bersifat melengkapi saja. Headline , utama. Deskripsi, penjelasan headline .

Terima Kasih, Guru!

Sumber: https://4.bp.blogspot.com/ Sumber : http://i1242.photobucket.com/ Persahabatan adalah jalinan murni tak pandang bulu. - Darimana saya memulainya ya?.... Mmmm, Ya, wanita ini pertama kali saya kenal, dulu, di masa SMA. Awalnya saya tidak terlalu akrab karena saya terhitung murid pindahan. Saya memilih untuk lebih dulu mengakrabi kaum lelaki sekelas daripada "mereka". Hehe, bukan saya bermaksud pilih kasih, tapi itu lebih didasari rasa malu saya saja kepada "mereka". Satu hal yang saya ingat sebab saya memperhatikannya. Apa yang saya perhatikan darinya? Wanita yang semasa SMA duduk bersebelahan -meski tidak semeja- dengan bangku belajar saya ini, tidak pendiam, tidak juga diam jika diajak bicara oleh saya. Dia menjawab seperlunya saja. Teman semejanya ini, mmm...seperti koin, ya seperti koin. Sama-sama wanita, memiliki hobi yang sama, duduk di meja yang sama, meski begitu tetap mereka berada disisinya masing-masing. Terbukti mereka berdua sekarang ti...

Rahim Sang Penulis

Hmmm, masih saja saya hadir di sini bertemakan tulisan artikel tentang, menulis, menulis dan ... menulis. Kenapa? Ya saja juga nggak bisa jawab! Begini, mmmm, sebentar, sebentar ... Maaf, barusan saya gosok-gosok hidung saya dulu karena gatal. (mungkin mau flu ya?). Begini, pembaca mungkin pernah memperhatikan tulisan anak-anak, atau mungkin dulu waktu kita masih sekolah ditingkat SD, tulisan kita pernah dikomentari, "Aduh, tulisan kamu bagus ya Nak." atau, "Yah Nak, tulisan kamu kok jelek ya, belajar nulis lagi ya Nak, biar bagus tulisan kamu." Sayangnya tulisan saya dari zaman SD sampai sekarang dikomentari dengan komentar mirip dengan komentar kedua. Mungkin anak-anak zaman sekarang juga masih mendapat salah satu di antara dua komentar barusan diatas. Ternyata, itu semua hanya sekadar tulisan.

Lanjutan "Inilah....."

Melanjutkan topik tentang gaya menulis tulisan yang saya posting di: Inilah... . Ya ini menurut versi saya dulu aja deh ya. Gaya menulis itu tergantung dari mood si penulis saat menulis apa yang ditulisnya. Satu waktu melow, lain waktu below. Satu waktu penuh kalimat yang semangat, di lain waktu bisa loyo (kalimat yang loyo itu seperti apa sih???). Satu waktu seorang penulis itu bakal ngeh , mood yang bagaimana yang menghasilkan tulisan bagus secara obyektif, diterima dan dipahami pembacanya. Ini semua didapat berangkat dari rutinitasnya menulis. ditambah juga dari interaksinya dengan lingkungan sekitar penulis itu sendiri. Kalo penulis itu sering berinteraksi dengan kalangan-kalangan pemikir, gaya menulisnya banyak tertular dari hasil interaksinya dengan kalangan pemikir itu. Jadi, baiknya seorang penulis itu banyak berinteraksi dengan berbagai macam kalangan. Jangan pilih-pilih. Sebab semua kalangan mempunyai cerita , semua kalangan mempunyai " sesuatu" yang bisa diang...

Siapa Pasangan Penulis Itu?

Artikel ini melanjutkan artikel sebelumnya yang berjudul: Sudahkah anda berbicara hari ini? . Hanya saja apa yang saya bahas di artikel ini lebih mencoba menggali lebih dalam dengan dua jari, menggali satu kata yaitu: Menulis. Jangan terkejut ya, sebab apa yang coba saya gali dari kata "menulis" ini tidak berasal dari sumber-sumber formal umumnya, tapi berasal dari apa yang ada di benak saya saja. Jadi jangan terlalu serius membacanya. Kalau setelah sampai di kalimat terakhir para pembaca bisa memahami apa yang tertulis di artikel ini, silakan melanjutkan browsing lagi. Jika belum? Restart Pc atau smartphone Anda (hehe).

Sudahkah Anda Berbicara Hari Ini?

Hai. Ada hal yang mengganjal dalam benak saya beberapa hari ini. Tapi bukan berhubungan dengan "galau" semacam itu ya ... hehee. Begini, dari apa yang saya tahu, –karena setiap hari seseorang berbicara dan menulis– menulis dan berbicara adalah media untuk menyampaikan atau memindahkan apa yang ada di benak seseorang, apa yang ada di pikiran seseorang kepada orang lain. Bisa jadi dan mungkin saja kemampuan setiap orang berbeda dalam hal mengolah dan mengelola "media" yang satu ini.