Skip to main content

Aku Belajar Melalui Engkau

Aku belajar melalui Engkau. 
Dengan pena indra yang kupunya ... 
Engkau membimbing lemah pikirku menjadi kuat dan tajam. 
Dengan senyum ketegasan, 
Engkau menunjukkan dimana letak salahku ketika hendak menggurat garis lurus. 

Sederhana. 
Begitu sederhana sekali. 
Hanya menggurat sebuah garis lurus. 

Dan ... melalui kesederhanaan tentang "hanya menggurat sebuah garis lurus" itu, aku mampu merambah aksara berikut semestanya. 
Melalui Engkau, bergolong-golong aku menjadikan decit roda peradaban selalu mengalun. 
Meski alunannya terkadang seringkali terdengar sumbang dalam satu rentang waktu ... tapi semua itu bukan salah Engkau. 
Sebab Engkau hanya ... sudah menunjukkan dimana letak salahku ketika hendak menggurat garis lurus.

Comments

Popular posts from this blog

Suatu Pekerjaan jika di Awali dari Hobi Biasanya Akan Berlanjut Menjadi Profesi

Cukur Asgar Pernah potong rambut? Pasti jawabannya,”Pernah.” Bahkan buat kaum lelaki, potong rambut adalah suatu hal yang rutin. Dimana biasanya kita memilih tempat untuk potong rambut? Biasanya para wanita lebih memilih salon daripada potong rambut ‘Asgar’. Hehehe. Nah, tulisan ini membahas sekitar potong rambut ala ‘Asgar’. Utamanya membahas seputar si tukang potong rambutnya. Ide menulis tema ‘Asgar’ ini Saya dapat dari obrolan ringan antara Saya dan seorang tukang potong rambut ‘Asgar’.

Tidak Berselingkuh Terhadap Diri Sendiri

Say No? Ya! Say No!!! Ya, terlintas begitu saja, malam ini di waktu luang -sambil mendengarkan lagu favorit- saya ingin menulis, mengembangkan dari satu kata selingkuh menjadi beberapa paragraf kalimat di bawah ini. Awam dikenal bahwa kata selingkuh ini selalu berkaitan dengan hubungan lelaki-perempuan dan maklum-lah sehingga menjadikan kata selingkuh selalu melekat -jika- dua pihak itu yang berbuat.

Melangkah Menuju Akhir

Gue masih punya satu tanda tanya besar yang belum kejawab berkaitan dengan waktu. Tanda tanya ini yang bikin gue jadi bikin tulisan-tulisan di blog ini yang ada kaitannya (meski kadang ada artikel yang nyengsol dari topik waktu, hehe) dengan apa yang berusaha gue coba pahami dari waktu. Ini juga gue pas lagi ngetik artikel ini masih belum tahu apa yang gue mau tulis. Ngetik ditemenin sama kopi hitam favorit gue plus camilan. Hehehe. Bentar ye, gue nyamil plus nyruput sisa kopi hitamnya dulu.