Skip to main content

Membuat Khalil Gibran Berujar

Puisi Blue Shapire
Puisi Blue Shapire
Cinta bisa datang, cinta pun bisa pergi.

Kesedihan datang, kesedihan pun pergi.

Bagi sebagian orang sepertinya mudah 
menggantikan satu orang dengan orang lainnya.

Tapi, tidak bagiku!

Hanya akan ada satu, atau tidak sama sekali.

Hmm...cinta. Sepertinya 5 huruf ini tidak pernah habis untuk digali maknanya. Bagai mata air yang tak pernah kering menghilangkan dahaga para musafir. Membuat Khalil Gibran berujar: 


Apabila cinta tidak berhasil…bebaskan dirimu…

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya

dan terbang ke alam bebas lagi ..

Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan

kehilangannya..

tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati

bersamanya…
[Sekelumit bait Khalil Gibran]

Saya sebenarnya agak sulit membuat topik artikel saya kali ini. Karena, cinta adalah universal, juga menyentuh bilik-bilik personal dimana setitik cahaya bersemayam tunduk tafakur menanti panggilan yang dikenalnya, memanggilnya, terjaga dan membuatnya malu-malu untuk mengangkat wajah menatap Sang Pemanggilnya. 

Banyak penafsir cinta, tapi sedikit sekali yang memahami bahwa cinta adalah cinta. Cinta hanya satu, dan hanya dipersembahkan kepada Pemilik Sejati Cinta. Apa yang mungkin dirasa, dinikmati indahnya cinta, itu adalah pendaran cahaya super halus yang mengisi dan menerangi jagat raya. Bilik-bilik hati bagaikan sekeping cermin saling memantulkan cahaya sesuai kadar kebeningannya. Itulah cinta.

Di sisi lain, banyak penafsir cinta yang tersilaukan sehingga tertipu seolah-olah cermin itu adalah empunya cinta. Tersadar hanya ketika dalam perjalanan waktu, cermin itu menjadi buram oleh debu yang melekat dan menjadikan pendaran cahaya itu hilang, yang tersisa hanya setitik benih cahaya yang kembali tertunduk tafakur dalam kesendirian yang hening. Apa yang terjadi? Setelah tersadar, termangu, mereka merasa tersakiti sebab cahaya yang dikaguminya telah hilang dari pandangan. Padahal? Kesilauan memaknai cinta itulah yang menjadikan mereka tersakiti.

Khalil
Khalil

Comments

  1. ..sejati'y manusia hidup memang butuh cinta, walaupun ada yg blg tdk,sjak kekecewaan"nya yg terakhir mngkin yg mnjadikan'y tdk ingin cinta,tp smpe kpn bs bertahan,sbulan?stahun??toh nyata'y bs sj kmbali tumbuh cinta yg baru, senang ,bahagia kendati akhirnya hy sesaat dan kembali pd kekecewaan,sp yg patut d salahkan? dirinya? cinta itu sendiri? akhirnya kmbali lg kan keheningan, kesendirian, sadar dn smakin sadar bhkan spenuhnya sadar utk kmbali memaknai apa itu cinta..cinta yg spesifik utk dirinya sndiri,( bkn dlm artian universal).. dan kmbali berjalan , dn mngkin sj bertemu dg cinta yg baru ,cinta yg tak terduga .

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan berikut berkomentarnya kamu.

Popular posts from this blog

Suatu Pekerjaan jika di Awali dari Hobi Biasanya Akan Berlanjut Menjadi Profesi

Cukur Asgar Pernah potong rambut? Pasti jawabannya,”Pernah.” Bahkan buat kaum lelaki, potong rambut adalah suatu hal yang rutin. Dimana biasanya kita memilih tempat untuk potong rambut? Biasanya para wanita lebih memilih salon daripada potong rambut ‘Asgar’. Hehehe. Nah, tulisan ini membahas sekitar potong rambut ala ‘Asgar’. Utamanya membahas seputar si tukang potong rambutnya. Ide menulis tema ‘Asgar’ ini Saya dapat dari obrolan ringan antara Saya dan seorang tukang potong rambut ‘Asgar’.

Itulah Uniknya Gaya Ide Menulis Ide

Menulis ide dan ide menulis tidaklah sama. Dua hal inilah yang bikin saya nggak bisa tidur malam ini. Pikiran saya bertanya-tanya, "Apa bedanya dari dua hal itu ya?" Menulis Ide Kalau dilihat dari susunan kata-katanya, –menulis ide– ya titik beratnya di menulis ide -nya. Maksudnya, apa yang ditulis si penulis ya berkaitan dengan ide yang disampaikan penulis dalam bentuk tulisan. Contoh sederhananya? Mmm … apa ya. Oya, contohnya seperti saya yang penggemar kopi hitam, saking gemarnya minum kopi hitam, saya mempunyai ide bagaimana meracik kopi hitam biasa menjadi lebih nikmat jika diminum. Nah, ide saya tentang bagaimana meracik kopi hitam menjadi lebih nikmat itu saya tuliskan tuntas, dari A sampai Z. Itulah menulis ide. Kalau saya perhatikan, banyak dari para blogger menggunakan cara menulis ide ini yang kemudian di posting di blognya. Tapi tetap dengan menggunakan gaya menulis khas mereka –para blogger– sendiri dalam gaya penulisannya. Enaknya pakai cara menulis ide...

Aku adalah Aku

Aku adalah aku. Manusia bodoh yang berlagak sok pintar dengan sedikit ilmu seolah-olah mengetahui semuanya. Aku adalah aku. Manusia ganjil yang tak mau menggenapi. Aku adalah aku. Manusia hina yang memulyakan dirinya sendiri. Aku adalah aku. Manusia berjiwa kecil dengan jubah kebesaran materi dan kekuasaan. Aku adalah aku. Manusia picik yang berhias dengan kebijakan semu. Namun Aku adalah aku. Yang mau tak mau, sudi tak sudi Niscaya tertunduk wajah di hadapan ke-AKU-an-MU.