Skip to main content

Bercermin

Duhai ... kesedihan melumatku. 
Hingga kering kolam air mata hati. 
Menggelepar sekarat. 
Duhai ... kebahagiaan menghampiri sekaratku. 
Membumbungkan aku dan melangit. 

Tak lah kesedihan ada kebahagiaan. 
Tak lah kebahagiaan ada kesedihan. 

Apa yang menjadikan engkau berdua datang silih berganti bertandang? 
Saat mengetuk pintuku, gemetarku membukakannya. 
Mengharap harapan. 

Tak lah kesedihan ada kebahagiaan. 
Tak lah kebahagiaan ada kesedihan. 

Di dalam gua aku berkhidmat. 
Menyigi hal engkau berdua. 
Pelak kau berdua s'lalu datang. 
Selama ruh masih terikat di raga. 

Tak lah kesedihan ada kebahagiaan. 
Tak lah kebahagiaan ada kesedihan. 

Hal ikhwal engkau berdua nyatanya utusan. 
Menguji, mengilhami, mencerahkan. 

Tak lah kesedihan ada kebahagiaan. 
Tak lah kebahagiaan ada kesedihan. 

Hmm ... pahamku atas engkau berdua.
Duhai kesedihan.
Duhai kebahagiaan. 
Aku sambut kalian dengan senyum ikhlas hati. 
Marilah ... marilah bercengkrama denganku tentang Nya. 

Tak lah kesedihan ada kebahagiaan. 
Tak lah kebahagiaan ada kesedihan. 

Mari kita bersimpuh di hadapan Nya. 
Duhai ku, kesedihan, kebahagiaan. 
Mari kita bersimpuh.
Logo Blog Rbd Ungaran



Comments

Popular posts from this blog

Suatu Pekerjaan jika di Awali dari Hobi Biasanya Akan Berlanjut Menjadi Profesi

Cukur Asgar Pernah potong rambut? Pasti jawabannya,”Pernah.” Bahkan buat kaum lelaki, potong rambut adalah suatu hal yang rutin. Dimana biasanya kita memilih tempat untuk potong rambut? Biasanya para wanita lebih memilih salon daripada potong rambut ‘Asgar’. Hehehe. Nah, tulisan ini membahas sekitar potong rambut ala ‘Asgar’. Utamanya membahas seputar si tukang potong rambutnya. Ide menulis tema ‘Asgar’ ini Saya dapat dari obrolan ringan antara Saya dan seorang tukang potong rambut ‘Asgar’.

Itulah Uniknya Gaya Ide Menulis Ide

Menulis ide dan ide menulis tidaklah sama. Dua hal inilah yang bikin saya nggak bisa tidur malam ini. Pikiran saya bertanya-tanya, "Apa bedanya dari dua hal itu ya?" Menulis Ide Kalau dilihat dari susunan kata-katanya, –menulis ide– ya titik beratnya di menulis ide -nya. Maksudnya, apa yang ditulis si penulis ya berkaitan dengan ide yang disampaikan penulis dalam bentuk tulisan. Contoh sederhananya? Mmm … apa ya. Oya, contohnya seperti saya yang penggemar kopi hitam, saking gemarnya minum kopi hitam, saya mempunyai ide bagaimana meracik kopi hitam biasa menjadi lebih nikmat jika diminum. Nah, ide saya tentang bagaimana meracik kopi hitam menjadi lebih nikmat itu saya tuliskan tuntas, dari A sampai Z. Itulah menulis ide. Kalau saya perhatikan, banyak dari para blogger menggunakan cara menulis ide ini yang kemudian di posting di blognya. Tapi tetap dengan menggunakan gaya menulis khas mereka –para blogger– sendiri dalam gaya penulisannya. Enaknya pakai cara menulis ide...

Aku adalah Aku

Aku adalah aku. Manusia bodoh yang berlagak sok pintar dengan sedikit ilmu seolah-olah mengetahui semuanya. Aku adalah aku. Manusia ganjil yang tak mau menggenapi. Aku adalah aku. Manusia hina yang memulyakan dirinya sendiri. Aku adalah aku. Manusia berjiwa kecil dengan jubah kebesaran materi dan kekuasaan. Aku adalah aku. Manusia picik yang berhias dengan kebijakan semu. Namun Aku adalah aku. Yang mau tak mau, sudi tak sudi Niscaya tertunduk wajah di hadapan ke-AKU-an-MU.